Spacebar, Motor Listrik yang Bisa Dilipat Garapan Katalis

Spacebar, Motor Listrik yang Bisa Dilipat Garapan Katalis

Studio desain dan branding yang berbasis di Jakarta, Katalis lagi merilis motor listrik bergaya nyentrik
Diberi nama Spacebar, motor berperawakan radikal ini mampu dilipat seperti sepeda.
Spacebar sendiri merupakan motor listrik ketiga yang dilansir Katalis. Kali ini mereka menggandeng merek clothing Kamengski di dalam penggarapannya.
Head of Strategy berasal dari Katalis, Joseph Sinaga menyebutkan bahwa skuter listrik ini diinginkan mampu membuka ruang yang pada mulanya belum mampu dijangkau orang yang mengendarainya.
“Ibaratnya mengetik gunakan komputer atau laptop, cara untuk membuka ruang antar teks kan tentu saja bersama menghimpit Spacebar atau tombol spasi. Nah, kami terinspirasi berasal dari hal tersebut. Itu termasuk menyebutkan mengapa skuter ini berbentuk persegi panjang,” kata Joseph melalui info resmi yang diterima
Secara desain, Spacebar masih terbilang mirip-mirip bersama Katalis EV500 dan EV100 TheArsenale Special Edition yang diperkenalkan lebih dulu. Di mana bentuk tubuhnya mayoritas mengotak dan kaku, namun muncul estetik.
Lihat saja berasal dari samping, ciri khas Katalis yang mengadopsi desain ala-ala pesawat tempur masih dipertahankan. Untuk sesuaikan konsepnya kali ini, tersedia semacam rak tambahan terhadap anggota depan dan belakang.
Rancang tubuhnya jadi berasal dari bodi depan, samping sampai belakang terbuat berasal dari bahan aluminium. Desainnya dipercantik bersama aksen visual seperti decal, sampai warna jok coklat yang muncul kontras.
“Spacebar kami desain tertentu untuk anak muda yang ingin kelincahan di dalam beraktivitas. Lalu melalui brainstorming bersama Said (nama asli Kamengski), kami bersama memicu rancangan visual yang cocok bersama selera Generasi-Z,” ungkap Principal Architect berasal dari Katalis, Julian Palapa.
Said sendiri mengungkapkan, melalui Spacebar jadi ajang pembuktian bahwa projek kolaborasi lebih menyenangkan dibandingkan bersama kompetisi.
“Gua sendiri sudi kolaborasi bersama Katalis gara-gara mereka miliki desain yang unik dan rekam jejak go international,” ucap Said.
Belum tersedia Info lebih lanjut apakah motor ini bakal dijual secara lazim atau terbatas. Namun, berkaca terhadap Katalis EV500, skutik listrik itu dijual terbatas.
“Sifatnya seperti butik ya, kami sudah pegang data-data calon konsumen, nanti kami diskusi bersama mereka agar kami mampu benar-benar tahu apa yang di idamkan oleh dia. Iya, jadi berasal dari coloring, pemilihan bahan agar cocok bersama sifat dan taste si empunya,” kata Joseph sebagian kala lalu.
Sayangnya tak dijelaskan secara detil spesifikasi berasal dari Spacebar. Dalam info hanya dituliskan kalau motor listrik itu berdaya 1.200 watt.
Bagaimana menurut kamu soal desain dan tampilan berasal dari Spacebar, layak membuat dipinang?

Indonesia Produksi Baterai Kendaraan Listrik, NIU: Kami Lihat Dulu Kualitasnya

Indonesia Produksi Baterai Kendaraan Listrik, NIU: Kami Lihat Dulu Kualitasnya

Pemain baru di industri motor listrik Indonesia, NIU merasa perlihatkan eksistensinya di pasar domestik
Bahkan mereka memiliki beberapa varian yang dijagokan, merasa dari seri N, seri U hingga varian yang bakal diluncurkan secara global, NIU EUB-01.
Namun banyak yang menyebut harga motor listrik NIU terlampau mahal untuk pasar Indonesia. Contohnya varian NGT , motor berbasis baterai itu dijual merasa Rp 50 hingga 70 juta.
Indonesia sendiri bakal memiliki pabrik baterai untuk kendaraan listrik. Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut pembangunan pabrik bakal dilakukan pada semester I 2021. Pabrik ini merupakan hasil dari Nota Kesepahaman (MoU) antara konsorsium BUMN bersama LG Energy Solution Ltd, anak perusahaan konglomerasi LG Group ini, senilai USD 9,8 miliar atau setara bersama Rp 142 triliun.
Lantas apakah NIU bakal manfaatkan baterai memproduksi dalam negeri untuk menekan harga?
Menurut Irvan Yuniardi, Sales plus After Sales Manager PT Moove Motor Asia sebagai authorized dealer NIU di Indonesia, peluang untuk manfaatkan baterai memproduksi dalam negeri terlampau terbuka. Tapi, pihaknya tentu mesti laksanakan riset lebih lanjut apakah cocok untuk motor listrik NIU.
“Indonesia sebenarnya sedang mengembangkan baterai lithium, semoga cepat selesai dan terlaksana. Tapi balik lagi, kita melihat kualitasnya dulu sebab NIU memiliki standar Eropa,” kata Irvan dalam sesi konferensi pers secara virtual, Jumat (8/1).
Riset atau uji cobalah mesti dilakukan sebab ia tak inginkan waktu pemakaian baterai memproduksi lokal justru bakal mengubah standar dari motor listrik NIU.
Prospek pasar motor listrik
Lalu, berbicara peluang kendaraan listrik, terutama sepeda motor di Indonesia, Irfan menyatakan prospeknya cukup bagus. Apalagi, kata dia ekosistem industri ini juga konsisten mendapat dukungan oleh pemerintah melalui payung hukum dan turunannya.
“Peluangnya cukup besar di Indonesia, di 2020 telah ada 16 merk motor listrik dari lokal dan luar yang telah terdaftar,” pungkasnya.
Adapun, pemerintah menargetkan memproduksi sepeda motor listrik dalam negeri dapat meraih 20 persen dari total produk nasional pada 2025.
Kenalkan diler baru
NIU di bawah PT MMA bakal membuka diler baru di Grand Indonesia. Hingga waktu ini mereka telah memiliki 2 diler yang satu di antaranya berlokasi di Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Bila tidak ada aral melintang, NIU Indonesia juga bakal membuka gerai kelanjutan di Surabaya dan Bandung. Tapi dijelaskan oleh General Manager PT MMA, Devita Purnamasari, waktu ini mereka masih fokus pada area Jakarta.
“Tak menutup mungkin di th. ini kita juga bakal memperkenalkan gerai kembali di Bandung dan Surabaya. Namun, kita juga senantiasa melihat situasi pandemi ini,” imbuh dia.

Nissan Magnite Raih Empat Bintang di dalam Uji Tabrak ASEAN NCAP

Nissan Magnite Raih Empat Bintang di dalam Uji Tabrak ASEAN NCAP

New Car Assessment Program untuk negara ASEAN (ASEAN NCAP) melaporkan telah selesai menguji Nissan Magnite. Cukup impresif, SUV termungil Nissan kelahiran India itu berhasil mengantongi rating empat dari lima bintang. Pun bukan itu saja, melansir Autocar India, hasil tes dari Global NCAP bakal dirilis lebih dari satu bulan mendatang.
Untuk selagi ini, ASEAN NCAP sendiri belum menjabarkan poin-poin penilaian. Baru sebatas melaporkan skor total sebanyak empat bintang. Namun, sanggup dikatakan bahwa basic trim dari Magnite telah lumayan mumpuni di dalam menjaga penumpang. Sebab terhadap prinsipnya, ASEAN NCAP bakal menentukan type bersama kelengkapan keselamatan terendah yang tersedia market ASEAN.
Di balik tubuh Magnite terkandung basis pembangun platform CMF-A+. Berbagi pondasi bersama kembarannya yang bakal menyusul, Renault Kiger, dan MPV Renault Triber. Versi CMF-A+ sendiri merupakan turunan dari arsitektur kembangan Renault-Nissan Common Modular Family – A Segment (CMF-A). Pertama ditemukan membangun Renault Kwid dan Datsun Redi Go.
Perdana dites terhadap Magnite, capaian empat bintang terhadap platform CMF-A+ merupakan hasil cemerlang. Pasalnya, basis platform modular segmen A di dalam Kwid dan Redi Go justru mencatatkan nilai buruk. Boleh menjadi disebabkan paket keselamatan yang minimalis. Meski begitu, adaptasinya di type lebih mahal dan besar berbuah manis, kemungkinan akibat dibarengi peningkatan standar. Kita tunggu saja kejelasannya begitu teliti pengujian telah dirilis ASEAN NCAP.
Paket Peranti Keselamatan Nissan Magnite
Saat ini Magnite telah dipasarkan ke India, Indonesia, dan segera menyusul ke market lain. Kalau kami lihat pasar lokal, perbekalannya tergolong hebat. Trim termurah saja, Upper, telah mengadopsi peranti penjaga stabilitas layaknya Vehicle Dynamic Control (VDC) supaya sikapnya selagi menikung terkendali. Ditemani pula oleh Traction Control System (TCS) peranan meminimalisir selip selagi berakselerasi. Belum kembali Hill Start Assist menyediakan dukungan selagi menanjak.
Lain cerita di India, tetap tersedia opsi jauh lebih polosan. Minimalis tanpa sokongan penjaga stabilitas elektronik. Namun tidak hingga terlampau melewatkan keselamatan, memang. Setidaknya di dalam spek termurah XE tetap ditemukan ragam dukungan pasif yang tergolong komprehensif. Contohnya, dua airbag siap mengembang begitu berlangsung kecelakan frontal. Menjadi bantalan pelindung dari kerasnya hantaman ke panel di muka.
Penahan momentum gerak penumpang depan pun bukan sebatas sabuk pengaman tiga titik moderat. Tersemat komponen lengkap pretensioner dan load limiter. Umumnya, sistem ini terlalu mungkin sabuk otomatis menarik tubuh begitu berlangsung tabrakan frontal. Aktif bersama isyarat pengembang kantung udara. Baru setelah itu load limiter berperan meminimalisir cedera di dada bersama mengendurkan tarikannya. Dikombinasi airbag, efektivitas peranti keselamatan pasif sewajarnya meningkat.
Seluruh fitur tadi menjadi basis dari kekuatan Nissan Magnite menjaga penggunanya di India. Pasar Indonesia pun kebagian kekuatan serupa. Sebagai tambahan, tersedia pengingat aplikasi seat belt untuk penumpang depan. Di belakang, sabuk pengaman mengfungsikan unit Emergency Locking Retractor (ELR) tiga titik di segi terluar dan dua titik type fix di tengah.
Bukan itu saja, pos jaga pengendalian diisi Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake-force Distribution (EBD). Ragam komponen lain tak ketinggalan menaikkan kekuatan Magnite di dalam menyuguhkan keselamatan berkendara. Termasuk di dalamnya Anti Roll Bar, Rear Parking Sensor, Child Lock, hingga Hazard otomatis selagi rem mendadak.
Naik tingkatan ke trim lebih mahal, perantinya pasti makin lama komplet. Menjadikannya sebagai tidak benar satu kendaraan yang atraktif untuk selagi ini. Mulai dari kedatangan set pengecekan stabilitas, speed sensing lock, impack sensing unlock, hingga memuncak di penambahan alat bantu bagi pengemudi. Sebut saja Around View Monitor (AVM) dan Tyre Pressure Monitoring System (TPMS). Seluruh potensi Magnite ini sanggup kami nikmati di varian tertinggi, Premium. (Krm/Tom)

Sasar Penggemar Skutik Premium Honda PCX 160 Segera Dirilis

Sasar Penggemar Skutik Premium Honda PCX 160 Segera Dirilis

Honda tak rela menunggu lama untuk menyapa penggemarnya. Belum hingga sepekan th. 2021 bergulir, pabrikan berlogo kepak sayap itu siap memperkenalkan skutik menengah premium terbarunya. Media Thailand mendapat peluang pertama berkenalan. Dia adalah Honda PCX 160. Senjata yang akan menjadi rival baru Yamaha NMax ini akan diperkenalkan secara formal terhadap Kamis, 7 Januari lusa.
Memang belum banyak informasi yang didapatkan dari aktivitas tersebut. Meski demikian, beberapa sumber warta di Negeri Gajah Putih mengeluarkan serangkai gambar di fasilitas milik Honda. Tajuk acaranya coba motor tanpa lihat wujud jelas. Ya, semuanya masih dibungkus kamuflase. Lengkap hingga ke box filter, CVT (Continuously Variable Transmission), fork depan, bahkan kaliper rem. Hanya tulisan eSP diekspos.
Namun jelas, tanpa kudu menerka kami pun tahu. Ini merupakan sosok PCX 160 baru. Yang pada mulanya telah meluncur duluan di Jepang. Lengkap beserta spesifikasi fitur dan mesin. Dari bungkusan dan siluet motor, hampir sembilan puluh % unit yang sama ada di Thailand.
Sejauh ini ada beberapa hal yang dapat disimpulkan. Pertama, type jok masih sama seri lama. Tapi ada sedikit aksen pembaruan. Lapisan kulit hitam kini dipadu coklat terhadap daerah penumpang. Lantas tiap partisinya diberi jahitan yang kelihatan apik.
Panel instrumen terhitung sesuai perkiraan sebelumnya. Honda mengadopsi type PCX yang beredar di Jepang atau Eropa. Tampilannya berubah. Jauh lebih moderen sekaligus elegan. Bukan ulang mengandalkan display biru layaknya seri lama. Sementara rem depan, dipastikan manfaatkan kaliper dua piston. Sementara di sana memakai bungkusan ban Michelin. Menarik.
Rasanya untuk sisa teknologi tak kudu banyak ditebak lagi. Meski dapat saja ada yang dipangkas tertentu pasar Asia Tenggara, demi menghimpit harga. Atau, pembagian varian menjadi lebih banyak dari terhadap sekarang. Ekspektasinya, trim terlengkap mendapat HSTC dan ABS, tengah kebagian ABS saja, dan juga paling standar tak dapat sensor-sensor pengaman. Namun disempurnakan sistem kunci pintar.
Bahasan utama tentu saja sektor mesin. Perubahan jantung pacu PCX 160 boleh dibilang signifikan. Yang tadinya mengandalkan type dua klep, menjadi empat klep. Ubahan ini untuk menjawab keinginan customer selama ini. Komposisi bore dan stroke turut berubah, 60 mm x 55,5 mm. Agak mengarah ke overbore memang, namun perbandingan masih dekat. Mungkin sehingga tenaga tiap putaran tetap terjaga.
Lebih menarik lagi, tenaga yang dihasilkan. Ekstraksi daya PCX baru dapat raih 15,5 Hp terhadap 8.500 rpm. Lantas torsi maksimal dapat menoreh angka 15 Nm di 6.500 rpm. Melonjak naik dari yang hanya kisaran 14 Hp dan 13 Nm. Dan peningkatan tak hanya dinilai hebat dari produk lama. Yamaha Nmax, barangkali gemetar mengingat outputnya lebih kecil. Kemampuannya terhenti di angka 15,1 Hp dan torsi 13,9 Nm. Berikut, PCX mempunyai kompresi hingga 12:1. Sangat padat bikin ukuran skuter harian.
Pembaharuan lain adalah pemanfaatan Honda Selectable Torque Control (HSTC). Artinya ia telah lumayan menyaingi TCS milik Yamaha. Yang sama-sama meminimalisir terjadinya kurang traksi di roda belakang. Seharusnya, sistem ini pun dapat dinyala-matikan. ISS, dan juga soket USB terhitung menjadi barang yang akan masuk ke PCX 160. Melengkapi keperluan komutasi.
Secara tampilan, jangan kira meski wujudnya masih mirip, dimensinya tidak bertambah. Ada sedikit pembengkakan. Dan hal ini tampaknya menjadi sebuah pergantian positif. Sebab, tangki bensin pun mempunyai kapasitas tampung lebih besar hingga 8,1 liter. Sementara bagasi, membesar volumenya ke angka 30 liter. Ini lebih dari lumayan untuk menyimpan helm dan juga barang harian.
Satu yang kurang, terkecuali berkaca ke pasar Jepang sensor ABS tak diperbaharui. Walaupun telah manfaatkan cakram di depan dan belakang, penjaga pengereman keras tetap hanya di depan. Alias satu kanal. Entah akan ada penyesuaian di pasar Asia Tenggara atau tidak, menunggu saja hingga rilis lusa! (Hlm/Raju)

Bentley Bentayga Hybrid Facelift Mengawal Rencana Peluncuran Dua Model PHEV di 2021

Bentley Bentayga Hybrid Facelift Mengawal Rencana Peluncuran Dua Model PHEV di 2021

Photo: James Lipman
Baru setahun sejak perdana mengaspal, Bentley Bentayga Hybrid langsung kebagian facelift. Yep, melanjutkan penyegaran basis style Bentayga –berkenalan lebih dulu pertengahan 2020. Tampil up-to-date dan semakin canggih, merawat posisinya sebagai pembuka jalur transformasi elektrifikasi “Beyond100”.
Facelift Bentayga Hybrid sendiri mengikuti arah pembaruan style Speed dan V8. Merefleksikan kedekatan interaksi bersama keluarga asal Crewe, Inggris lainnya. Area wajah dirombak ulang, mengusung grille lebih besar dan diposisikan 30 mm lebih tinggi. Pahatannya pun condong mengotak kaku ketimbang mengalun lembut layaknya di style sebelum. Lampu LED matrix anyar diterapkan bersama style cut-crystal, tetap berkilau meski tidak menyala. Dari situ, rencana bonnet dan bumpernya ikut menyesuaikan.
Rombakan besar-besaran paham jadi kala melirik buritan. Jika dahulu memakai bingkai lampu mengotak di segi terluar dan terpotong oleh batas pintu bagasi, kini eksekusinya seolah beralih 180 derajat. Tail-light elips tiga dimensi bersama jeroan animasi LED duduk mencukupi kap bagasi. Well, mengingatkan pada Continental GT. Garis pintu sesudah itu dialihkan ke sudut terluar. Dibikin bersih juga lantaran pahatan ruang pelat no ditendang ke area bumper.
Bumbu penyegaran tentu ikut ditumpahkan ke didalam kabin. Memusatkan fokus pada deretan teknologi dan konektivitas. Misal didalam proses infotainment, kesan usang ditanggalkan lewat monitor 10,9 inci resolusi tinggi tanpa keramaian tombol fisik. Apple CarPlay dan Android Auto telah menjadi standar. Port USB-C dan wireless charger ikut ditanam sebagai komponen mendasar. Sementara itu, layanan konektivitas My Bentley sanggup dinikmati tanpa perlu menghubungkan gawai.
Segala segi kenyamanan dan keberlimpahan tenaga ala Bentley dipastikan tidak luntur mirip sekali. Memang Bentayga Hybrid mengusung mesin terkecil didalam peristiwa pabrikan yaitu unit 3,0 liter V6 twin turbo. Meski begitu, tidak tersedia kompromi soal output tenaga. Diklaim sanggup menorehkan angka 449 PS dan momen puntir 700 Nm. Dicapai berkat sinergi bersama motor listrik yang tertanam di antara mesin dan girboks.
Kenyamanan juga jangan ditanya lagi, kemungkinan sanggup lebih senyap. Lantaran berstatus PHEV, ia sanggup beroperasi didalam sunyi memakai kinerja motor listrik sepenuhnya. Lewat paket baterai lithium 17,6 kWh, ia sanggup menjangkau jarak sampai 50 km – didalam siklus pengujian New European Driving Cycle (NEDC). Mode sunyi ini menjadi default begitu bakal dioperasikan.
Capaian mode elektris boleh menjadi kurangi takaran emisi saat dipakai sehari-hari. Mayoritas perjalanan didalam kota sanggup dituntaskan tanpa mengeluarkan gas buang. Well, dari riset Bentley disebutkan bahwa sekitar 90 prosen pelanggan memakai Bentayga Hybrid sehari-hari atau setidaknya sebagian kali didalam seminggu. Bahkan nyaris 100 prosen memakai mode EV bersama setengahnya yang terus-menerus meniti rute kurang dari 48 km (30 mil).
Hal ini menunjang pergeseran fokus perusahaan untuk menjadi pemimpin mobilitas mewah yang berkelanjutan. Memungkinkan wara-wiri tanpa perlu menenggak bensin. Namun tidak menjadi persoalan andaikata pada akhirnya perlu suplemen stimulan mesin konvensional. Dari perbincangan resmi, Bentayga Hybrid nampak cerdas didalam urusan manajemen daya.
Ia sanggup memakai kekuatan seefisien kemungkinan lewat bermacam kemampuan. Contoh Bentley Hybrid Efficiency Accelerator Pedal yang berupaya memaksimalkan pemanfaatan mode EV. Feedback diberikan pedal gas lewat bobot pijakan sebagai pembatas antara kapabilitas elektris atau hybrid. Lalu, bersama database Bentley Hybrid Efficiency Navigation, pedal bakal bergetar kala mobil menghampiri perempatan atau saat batas kecepatan turun. Andai demikian, artinya pengemudi sedang disuruh melepas pijakan kaki ke pedal gas. Tujuannya sehingga Bentayga sanggup memaksimalkan peluang regenerasi tenaga.
Mode hybrid pun bukan cuman gonta-ganti sumber tenaga sesuai panduan kaki pengemudi. Sistem navigasi berlaga di sini, bantu Bentayga Hybrid memilih mode berkendara paling efektif di bermacam seksi perjalanan. Ketika destinasi telah dipilih, ia siap mengkalkulasi pemanfaatan baterai paling efisien.
Hadirnya Bentley Bentayga Hybrid dipastikan cocok bersama trik “Beyond100” Bentley. Sebuah langkah kecil dari transformasi besar. “Bentayga Hybrid merupakan langkah sambungan didalam perjalanan kita menjadi perusahaan mobilitas mewah terus-menerus terkemuka di dunia,” komentar Chairman plus Chief Executive Bentley Motors, Adrian Hallmark didalam keterangan resmi. Disebut juga bahwa Bentayga Hybrid merupakan style pertama sebagai pionir dari trik Beyond100.

PP 76 Tahun 2020, Buat dan Perpanjangan SIM Bisa Gratis? Ini Penjelasan Korlantas

PP 76 Tahun 2020, Buat dan Perpanjangan SIM Bisa Gratis? Ini Penjelasan Korlantas

Beberapa hari ini beredar berita mengenai biaya pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM). Disebutkan jika keduanya dapat tidak dipungut biaya. Benarkah? Hal ini berawal dari  keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 mengenai Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Republik Indonesia. PP ini ditandatangani Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 21 Desember 2019 lalu.
Adanya PP selanjutnya terlalu mungkin masyarakat dapat menikmati 31 sarana publik yang diadakan oleh Polri secara gratis. Apakah lantas pembuatan dan perpanjangan SIM? Pasalnya, Dalam PP yang diteken Presiden Jokowi selanjutnya ada 31 tipe PNBP yang berlaku di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.
Beberapa di antaranya yakni pengujian untuk penerbitan SIM baru, penerbitan perpanjangan SIM, pengujian penerbitan surat info uji keterampilan pengemudi, dan penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Sehingga, PP selanjutnya terlalu mungkin digratiskannya sarana publik, juga biaya pembuatan dan perpanjangan SIM bagi masyarakat tidak cukup mampu.
Dalam PP selanjutnya tertuang 31 tipe PNBP, di antaranya yaitu:
Pengujian untuk penerbitan SIM baru
Penerbitan perpanjangan SIM
Pengujian penerbitan surat info uji ketrampilan mengemudi
Penerbitan STNK
Penerbitan surat tanda coba kendaraan bermotor
Penerbitan tanda nomer kendaraan bermotor
Penerbitan tanda coba nomer kendaraan bermotor
Penerbitan BPKB
Penerbitan surat mutasi kendaraan bermotor ke luar daerah
Penerbitan SKCK.
Penjelasan Korlantas
Dikutip dari laman humas.polri.go.id, Kepala Subdit SIM Direktorat Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri, AKBP Tri Julianto Djatiutomo menjelaskan dalam PP selanjutnya dijelaskan soal PNBP pada Pasal 7. Ketentuan itu lantas dapat diatur lebih rinci dalam Peraturan Kapolri, tetapi harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Menteri Keuangan.
Adapun, bunyi Pasal 7 pada PP selanjutnya adalah:
(1) Dengan pertimbangan tertentu, tarif atas tipe Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dapat ditetapkan hingga bersama dengan Rp0,00 (nol rupiah) atau 0% (nol persen).
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai besaran, persyaratan, dan tata langkah pengenaan tarif hingga bersama dengan Rp0,00 (nol rupiah) atau 0% (nol persen) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur bersama dengan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(3) Besaran, persyaratan, dan tata langkah pengenaan tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Menteri Keuangan.
Bagian penjelasan memaparkan mengenai siapa saja masyarakat yang berhak mendapat “pertimbangan tertentu” sebagaimana tercantum pada pasal 7 ayat (1) tersebut. Mereka terdiri dari tujuh kelompok, yakni penyelenggaraan kegiatan sosial, kegiatan keagamaan, kegiatan kenegaraan, dan pertimbangan dikarenakan suasana di luar kapabilitas harus bayar atau suasana kahar (suatu kejadian yang terjadi di luar kapabilitas manusia dan tidak dapat dihindarkan sehingga suatu kegiatan tidak dapat dilakukan atau tidak dapat dilakukan sebagaimana mestinya), serta bagi masyarakat tidak mampu, mahasiswa/pelajar, dan bisnis mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada bagian penjelasan juga memuat informasi mengenai sarana yang meraih prioritas untuk dikenakan tarif hingga bersama dengan Rp 0,00 (nol rupiah) atau 0 (nol persen), “antara lain tipe PNBP bersifat penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)”.
Tri Julianto menjelaskan bahwa sarana gratis selanjutnya bukan tertentu diperuntukkan bagi penerbitan dan perpanjangan SIM, melainkan cuma penerbitan SKCK. “Yang gratis bukan penerbitan dan perpanjangan SIM, melainkan penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK),” ujarnya “PP ini cocok Pasal 10, terasa berlaku setelah 30 hari juga sejak tanggal diundangkan.”
Biaya SIM
Bagaimana bersama dengan yang lain? Masyarakat di luar keputusan selalu dikenakan biaya cocok Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 mengenai Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sebenarnya berapa biaya pembuatan SIM yang resmi?
Berikut daftar harga biaya pembuatan SIM:
Penerbitan SIM A: Rp 120.000
Penerbitan SIM B1: Rp 120.000
Penerbitan SIM B2: Rp 120.000
Penerbitan SIM C: Rp 100.000
Penerbitan SIM C1: Rp 100.000
Penerbitan SIM C2: Rp 100.000
Penerbitan SIM D: Rp 50.000
Penerbitan SIM D1: Rp 50.000
Penerbitan SIM Internasional: Rp 250.000
Daftar biaya perpanjangan SIM:
Perpanjang jaman berlaku SIM A: Rp 80.000
Perpanjang jaman berlaku SIM B: Rp 80.000
Perpanjang jaman berlaku SIM C: Rp 75.000
Perpanjang jaman berlaku SIM D: Rp 30.000
Penerbitan SIM Internasional: Rp 225.000