Ada Aturan Baru, Mobil Buatan Indonesia di Filipina Bisa Tak Kompetitif

Ada Aturan Baru, Mobil Buatan Indonesia di Filipina Bisa Tak Kompetitif

Pemerintah Filipina melalui Menteri Perdagangan dan Perindustriannya, Ramon Lopez, resmi memberlakukan pajak mobil impor merasa 5 Januari 2021 sampai 200 hari ke depan
Ini merupakan respons dari pemerintah Filipina terhadap upaya merawat pekerja di pabrik perakitan dan manufaktur dalam negeri, yang terpukul akibat pandemi COVID-19.
Mengutip dari Inquirer, pajak mobil yang diberlakukan itu, yakni berupa duit jaminan senilai 70.000 peso atau setara Rp 20 jutaan untuk mobil penumpang, dan 110 ribu peso atau setara Rp 31,8 jutaan untuk mobil niaga.
Harapannya, industri otomotif dalam negeri Filipina dapat bertahan lebih-lebih lagi tumbuh di sedang situasi pandemi COVID-19.
Selain karena situasi pandemi COVID-19, diberlakukannya pajak mobil impor, terhitung merupakan desakan dari persatuan serikat pekerja buruh yang tergabung dalam Philippine Metal Workers Alliance (PMA).
Mereka mengatakan selama ini angka impor mobil di Filipina dinilai sudah terlewat batas, karena jauh melebihi angka mengolah di dalam negeri
Respons Gaikindo
Kabar selanjutnya langsung direspons oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Ketua 1 Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatakan sementara ini pihaknya sedang laksanakan diskusi internal dengan para anggota.
“Memang kami sudah dapat infonya terkait hal itu, dan sementara ini kami sedang intens membahas dengan internal terhitung bagian yang punya ekspor tinggi ke Filipina. Jadi untuk sementara kami belum dapat berkomentar dulu,” ucap Jongkie kepada kumparan, Jumat (8/1).
Lebih lanjut, kata Jongkie, angka ekspor Indonesia ke Filipina sebetulnya terbilang besar. Sehingga, andaikata tidak direspons secara pas dan cepat, dikhawatirkan dapat benar-benar berdampak terhadap ekspor otomotif Indonesia.
“Nilainya memadai besar ya, sementara ini sedang kami hitung. Karena sebetulnya yang punya angka nilai itu kan bagian yang ekspor ke Filipina,” sambung Jongkie.
Bila mengacu information Gaikindo, selama Januari sampai November 2020 lalu, tercatat tersedia 45.766 unit mobil mengolah Indonesia yang dikapalkan menuju Filipina.
Angka itu terdiri dari 25.212 unit mobil tipe Toyota dan Daihatsu, 9.784 unit Mitsubishi, 7.415 unit Suzuki, 2.760 unit Honda, dan 595 unit Hino.
Ya dengan peraturan baru, mobil impor yang dijual di Filipina, dapat menjadi tidak cukup kompetitif, keliru satunya dari sisi harga.
Sehingga dapat turunkan penjualan mobil impor di FIlipina, dan berefek terhadap menyusutnya ekspor mobil dari Indonesia ke sana.