Kisah Nyata Inspiratif Balet Stephanie Kurlow

Kisah Nyata Inspiratif Balet Stephanie Kurlow

Kisah Nyata Inspiratif Balet Stephanie Kurlow – Pementasan balet senantiasa menarik atensi banyak orang. Kita hendak terpesona dengan performa si balerina meliuk di atas pentas sambil menjinjit kakinya serta mengenakan pakaian khas bedaya balet. Nyatanya, tidak banyak dikenal, terdapat seseorang balerina berhijab. Ia bernama Stephanie Kurlow yang mempunyai kebangsaan Australia.

Untuk Stephanie, berajojing merupakan segalanya. Kala berajojing, ia senantiasa bergairah bersama gesekan enteng yang dinikmati dengan bahagia. Jadi seseorang Muslimah berhijab tidak menghalanginya buat lalu mengekspresikan dirinya di pentas. Ia pula dikira selaku balerina berhijab awal di bumi.

koltunballetacademy.com Perempuan berdarah Australia- Rusia itu mulai menggeluti seni tari semenjak umur 2 tahun. Kala beliau tiba baya 11 tahun, Stephanie menyudahi buat berhijab. Pada awal mulanya, beberapa bengkel seni tari lokal menolaknya sebab alibi agama Stephanie buat menutupi kepalanya dengan jilbab. Apalagi, mereka bersikukuh supaya ia membebaskan jilbabnya.

Merasa kecewa, Stephanie menyudahi buat menyudahi dari kategori balet sepanjang sebagian tahun. Ia luang tidak menciptakan bentuk handal di ruang tarian yang menggunakan jilbab. Bunda Stephanie yang bukan seseorang bedaya merasa prihatin dengan buah hatinya. Kemudian, ia membuka sanggar spesial yang menyambut banyak orang dari bermacam agama serta etnik minoritas.

Baca Juga : Seni Tari Modern Serta Tari Seni Dan Balet 2021

Sanggar ini jadi tempat yang lebih nyaman untuk gadis- gadis belia semacam Stephanie yang merasa diasingkan ataupun didiskriminasi. Semenjak dibuat dekat 10 tahun yang kemudian, sanggar kepunyaan keluarga Stephanie lalu bertumbuh sampai hari ini di pinggiran barat Sydney, yang jadi bunda kota negeri bagian New South Wales.

Julukan Stephanie jadi terus menjadi diketahui besar tidak cuma di komunitasnya. Perempuan belia itu menyambut beasiswa Bjorn Borg, Aim for the Stars, serta Permainan Changer. Ia pula sempat diundang ke Indonesia selaku juru bicara pada Rapat Pemberdayaan Wanita Resonasi di Hari Wanita Global.

Tidak hanya itu, Stephanie jadi Delegasi Kampanye Lenyap Dendam serta menolong kanak- kanak belia yang mengalami perundungan online. Baru- baru ini, ia diundang oleh Kepala Sekolah The American Ballet Theatre, Misty Copeland buat jadi bagian dari film Swans for Relief. Tujuannya merupakan mengakulasi kontribusi serta menolong para artis sepanjang pemisahan virus corona.

” Ini mengenai hidup di bumi yang bagus serta penuh dengan orang yang berlainan, serta berikan orang lain impian buat berangan- angan besar,” ucap Stephanie dalam suatu tanya jawab dengan MDM.

Semacam mayoritas orang, konsep Stephanie buat melaksanakan rekreasi ke luar negara serta ke bermacam negeri bagian di Australia wajib tertunda sebab endemi COVID- 19. Tetapi, mimpi yang tertunda itu tidak mengakhiri aktivitas menarinya serta tidak langsung membuat ia putus asa. Stephanie berambisi dapat menciptakan ambisinya pada tahun 2021.

Selaku bedaya berbakat serta lahir dari orang berumur multikultural, ia mempunyai peluang besar buat lalu merangkul bedaya belia dari beraneka ragam etnik, agama, serta kerangka balik. Pengalamannya jadi cerita inspiratif mengenai keanekaan serta hidup bersama bangsa multi- budaya dan multi- agama bagus di Australia ingin juga di bumi.

” Segalanya wajib berganti, wajib berkembang. Begitulah metode kita bertumbuh selaku orang, selaku bumi,” nyata Stephanie.

Bagi Stephanie, hidup di tengah keanekaan tidak lalu membuat seorang jenuh. Malah, terdapat banyak obrolan yang menarik buat mengenali satu serupa lain, walaupun itu sering- kali tertahan oleh tantangan. Tetapi ia menerangkan, janganlah khawatir buat mempunyai perbincangan kecil yang hendak bawa kita berkembang bertumbuh bersama dalam perbandingan.