Sebab Pandemi Covid, Acara Tokyo Motor Show 2021 Dibatalkan

Sebab Pandemi Covid, Acara Tokyo Motor Show 2021 Dibatalkan – Presiden Toyota Motor dan Ketua Asosiasi Produsen Mobil Jepang (JAMA) Akio Toyoda mengumumkan pembatalan Tokyo Motor Show 2021. Keputusan ini diambil karena pandemi Covid-19.

Sebab Pandemi Covid, Acara Tokyo Motor Show 2021 Dibatalkan

Sebelumnya, JAMA telah mempertimbangkan opsi lain. Toyoda mengabarkan bahwa penyelenggara telah mempertimbangkan acara online tersebut, namun substansi acara akan hilang, sehingga acara tersebut dibatalkan.

Baca Juga : Festival Automobile Paris Nobatkan Bugatti Bolide Jadi Hypercar Tercantik

Ia mengatakan: “Karena rencana utama kami, peserta dapat merasakan pesona perjalanan dalam lingkungan yang aman dan terlindungi.” Ia mengatakan pada Kamis, 22 April 2021, seperti yang dikutip Carscoops.

Toyoda menyatakan bahwa pameran virtual tidak akan berhasil karena jenis dan ukuran stand peserta. Dia berkata: “Biarkan orang memiliki kesempatan untuk merasakan tampilan mobil, sepeda motor, mobil mini dan kendaraan besar.”

Tokyo Motor Show biasanya diadakan dari bulan Oktober hingga November, dan diadakan setiap dua tahun sekali. Pameran pertama diadakan 67 tahun lalu pada tahun 1954, dan diikuti sekitar 547.000 orang. Pada 2019, 1,3 juta orang mengunjunginya.

Pengumuman tersebut dilakukan setelah versi Tokyo Auto Salon dibatalkan pada tahun 2021. Semula acara tersebut rencananya akan digelar mulai 15-17 Januari 2021. Penyelenggara pun memutuskan untuk membatalkan acara ini demi melindungi peserta dan karyawan.

Toyoda berkata: “Itu tidak ditunda, tapi dibatalkan.”

Baca Juga : Toyota Kenalkan SUV Listrik Pertamanya Di Shanghai Auto Show 2021

Menurut Reuters, Jepang baru-baru ini menerima gelombang infeksi dari varian baru Covid-19, yang mendorong pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat.

Saat ia kembali, pameran otomotif akan berganti karena JAMA akan mengganti nama Tokyo Motor Show menjadi “Tokyo Motor Show”. Ini mencerminkan fakta bahwa pembuat mobil melakukan rebranding sebagai penyedia perjalanan dan menandai praktik mobil tanpa pengemudi.

Alasan Betapa Pentingnya Memanaskan Mobil Yang Lama Tak Terpakai

Alasan Betapa Pentingnya Memanaskan Mobil Yang Lama Tak Terpakai – Pandemi COVID-19 telah menyebabkan banyak pengendara lama tak menggunakan kendaraannya karena memilih bekerja dari rumah. Nah, Mitsubishi mengingatkan Anda bahwa jika menemui situasi ini, disarankan agar pengemudi segera memperbaiki kendaraannya. Karena pelumas yang sudah lama mengendap sudah tidak layak pakai.

Alasan Betapa Pentingnya Memanaskan Mobil Yang Lama Tak Terpakai

Mengenai oli mesin atau oli pelumas, sebenarnya oli mesin atau pabrikan oli pelumas tidak ada keterangan berapa bulan atau berapa lama oli mesin terbesar bisa bertahan. Namun, saat mobil diam selama sebulan, oli pelumas tersebut tidak ada keterangannya. akan mempercepat penurunan. Boediarto Manajer Umum Departemen Purnajual PT MMKSI mengatakan: “Untuk waktu yang lama, ini akan membuat bagian-bagian tertentu tidak lagi terlumasi, dan dapat merusak part saat dibuka.

Baca Juga : Tips Untuk Merawat Velg Mobil Agar Tidak Penyok Dan Tetap Awet

Untuk itu, Boediarto terus menganjurkan meski mobil diparkir dalam waktu lama, sebaiknya mesin tetap dipanaskan agar semua bagian mesin bisa terlapisi pelumas.

“Kami merekomendasikan untuk memanaskan mobil, jika memungkinkan, setiap 3 hari. Jika Anda tidak bekerja seminggu sekali atau setiap dua minggu, jangan biarkan memanas setelah sebulan, jika tidak akan ada deposit yang akan mengendap nanti. Harap pastikan bahwa beberapa bagian tidak dilumasi. Saya khawatir pelumasnya akan mengental. jika sudah sebulan alangkah baiknya men-service mobil dan ganti pelumas,” ujar Boedi.

“Kalau mengecek oli, kalau oli kurang, tambahkan oli. Tapi ingat, kalau mobil sudah lama parkir atau sudah lama parkir, tapi oli sudah berkurang mohon diperhatikan. “Ya, Kuncinya adalah menambah dan memastikan oli yang sama. Tadi lebih awal, karena oli lama hanya 10.000 kilometer, jadi jaraknya lebih pendek, ”imbuh Boedi.

Boedi dalam kesempatan yang sama mengatakan Mitsubishi menjamin pasokan suku cadang ke diler Mitsubishi tidak akan berkurang. Sebab meski dilarang pulang, dealer akan ditunjuk untuk tetap memelihara konsumen.

Baca Juga : PT ADM Lakukan Recall Untuk Xenia, Terios, Dan Daihatsu Sirion

Boedi menyimpulkan: “Selama ini MMKSI mampu menjamin pasokan suku cadang untuk dealer kami karena kami memiliki seseorang untuk mengontrol dan meningkatkan tingkat persediaan untuk meningkatkan lonjakan permintaan. Oleh karena itu, konsumen tidak perlu khawatir.”

Berikut Detail Konsep Mobil SUV Listrik Yang Dipamerkan Honda

koltunballetacademy – Honda akan memamerkan konsep SUV listriknya di Shanghai International Auto Show 2021. Konsep SUV listrik tersebut diberi nama SUV e: prototype, yang merupakan kendaraan listrik murni.

Berikut Detail Konsep Mobil SUV Listrik Yang Dipamerkan Honda

Honda berencana memproduksi SUV listrik ini secara massal pada musim semi 2022. Produsen mobil Jepang itu mengatakan akan meluncurkan 10 kendaraan listrik bermerek Honda di China dalam lima tahun ke depan. SUV ini menandai awal dari rencana jangka panjang ini.

Sekilas, desain SUV e: prototipe ini tampak seperti SUV e: versi evolusioner dari konsep tersebut, yang diluncurkan Honda di Beijing Auto Show 2020. Honda HR-V terbaru.

Bagian depan SUV elektrik Honda tampak seperti mobil kokoh menatap lampu depan. Sementara itu, logo Honda terletak pada penutup lubang pengisian baterai. Kisi-kisi bawah menampung asupan udara utama, serta intake udara vertikal samping dan bilah lampu tambahan.

Di bagian samping, mobil konsep SUV elektrik ini memiliki atap berwarna gelap. Ada juga gagang pintu yang tersembunyi di dalam tubuh. Seperti HR-V terbaru, handle pintu belakang juga lebih dekat dengan pilar C.

Ada tampilan mirip HR-V di bagian belakang, termasuk lampu belakang yang dihubungkan dengan logo Honda, yang menyala di bagian tengah.

Honda belum mengumumkan detail soal power supply yang digunakan. Namun, Honda memastikan bahwa ini adalah mobil listrik murni berbasis baterai.

Honda pun menyebut SUV listrik ini akan mendapatkan sistem Honda Connect generasi ketiga. Sistem kecerdasan buatan memiliki banyak layanan yang terhubung, termasuk layanan untuk peralatan rumah pintar dan belanja online, serta fungsi untuk mendukung kunci digital melalui ponsel pintar dan pembaruan over-the-air.

Ada Aturan Baru, Mobil Buatan Indonesia di Filipina Bisa Tak Kompetitif

Ada Aturan Baru, Mobil Buatan Indonesia di Filipina Bisa Tak Kompetitif

Pemerintah Filipina melalui Menteri Perdagangan dan Perindustriannya, Ramon Lopez, resmi memberlakukan pajak mobil impor merasa 5 Januari 2021 sampai 200 hari ke depan
Ini merupakan respons dari pemerintah Filipina terhadap upaya merawat pekerja di pabrik perakitan dan manufaktur dalam negeri, yang terpukul akibat pandemi COVID-19.
Mengutip dari Inquirer, pajak mobil yang diberlakukan itu, yakni berupa duit jaminan senilai 70.000 peso atau setara Rp 20 jutaan untuk mobil penumpang, dan 110 ribu peso atau setara Rp 31,8 jutaan untuk mobil niaga.
Harapannya, industri otomotif dalam negeri Filipina dapat bertahan lebih-lebih lagi tumbuh di sedang situasi pandemi COVID-19.
Selain karena situasi pandemi COVID-19, diberlakukannya pajak mobil impor, terhitung merupakan desakan dari persatuan serikat pekerja buruh yang tergabung dalam Philippine Metal Workers Alliance (PMA).
Mereka mengatakan selama ini angka impor mobil di Filipina dinilai sudah terlewat batas, karena jauh melebihi angka mengolah di dalam negeri
Respons Gaikindo
Kabar selanjutnya langsung direspons oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Ketua 1 Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatakan sementara ini pihaknya sedang laksanakan diskusi internal dengan para anggota.
“Memang kami sudah dapat infonya terkait hal itu, dan sementara ini kami sedang intens membahas dengan internal terhitung bagian yang punya ekspor tinggi ke Filipina. Jadi untuk sementara kami belum dapat berkomentar dulu,” ucap Jongkie kepada kumparan, Jumat (8/1).
Lebih lanjut, kata Jongkie, angka ekspor Indonesia ke Filipina sebetulnya terbilang besar. Sehingga, andaikata tidak direspons secara pas dan cepat, dikhawatirkan dapat benar-benar berdampak terhadap ekspor otomotif Indonesia.
“Nilainya memadai besar ya, sementara ini sedang kami hitung. Karena sebetulnya yang punya angka nilai itu kan bagian yang ekspor ke Filipina,” sambung Jongkie.
Bila mengacu information Gaikindo, selama Januari sampai November 2020 lalu, tercatat tersedia 45.766 unit mobil mengolah Indonesia yang dikapalkan menuju Filipina.
Angka itu terdiri dari 25.212 unit mobil tipe Toyota dan Daihatsu, 9.784 unit Mitsubishi, 7.415 unit Suzuki, 2.760 unit Honda, dan 595 unit Hino.
Ya dengan peraturan baru, mobil impor yang dijual di Filipina, dapat menjadi tidak cukup kompetitif, keliru satunya dari sisi harga.
Sehingga dapat turunkan penjualan mobil impor di FIlipina, dan berefek terhadap menyusutnya ekspor mobil dari Indonesia ke sana.

Kia Siapkan Lawan Xpander dan Avanza, Meluncur 2022?

Kia Siapkan Lawan Xpander dan Avanza, Meluncur 2022?

Jenama asal Korea Selatan, Kia, dirumorkan bakal meluncurkan produk barunya yang menyasar segmen Low MPV terhadap awal 2022 mendatang.
Mengutip dari electricvehicleweb, beredarnya rumor itu berawal dari terdapatnya kode nama MPV baru Kia, yaitu KY, terhadap kiat usaha mereka.
Adapun MPV tersebut, nantinya bakal difokuskan khususnya dahulu untuk pasar India. Pemilihan India sebagai fokus utama, tentu bukan tanpa alasan. Saat ini, India menjadi keliru satu pasar terbesar Kia di dunia.
Sayangnya, sebenarnya belum tersedia Info tentu mengenai spesifikasi dan juga jadwal peluncurannya. Namun berdasarkan lebih dari satu bocoran yang ada, Low MPV itu bisa saja mengadopsi platform yang serupa layaknya Kia Seltos atau manfaatkan sharing platform dengan calon MPV Hyundai yang digadang-gadang bernama Staria.
Beberapa sumber terhitung menyebutkan, Low MPV Kia itu bakal hadir dengan kapasitas 7 penumpang. Serta mempunyai dimensi yang lebih panjang dari Kia Seltos dan lebih pendek dari Kia Sedona.
Serupa dengan mobil baru Kia lainnya, Kia KY diprediksi terhitung bakal hadir dengan bhs desain futuristik dan manfaatkan grille tiger nose, dan juga lekuk lampu yang tajam.
Berbagai fitur canggih pun diperkirakan bakal tersemat terhadap mobil ini. Sama layaknya apa yang diberikan Kia terhadap Sonet varian teratas.
Beberapa fitur selanjutnya pada lain, kamera parkir 360 derajat, konektivitas smartphone, lampu DRL LED, keyless entry dengan engine start stop button, cruise control, ambient light, sunroof, ventilated seats, head up display, dan juga tak menutup kemungkinan terhitung jok captain seat.
Menyoal mesinnya, Kia KY mempunyai lebih dari satu opsi jantung pacu. Mulai dari mesin bensin 1.5 liter layaknya terhadap Kia Sonet, mesin bensin 1.4 liter turbocharger layaknya terhadap Seltos, sampai mesin turbo diesel CRDi berkapasitas 1.5 liter.
Selain 3 mesin itu, tidak menutup kemungkinan terhitung Kia KY bakal hadir dengan mengusung teknologi mild hybrid sebagai varian teratasnya.
Rencananya, MPV terakhir Kia ini bakal diproduksi di sarana memproduksi Kia di Anantapur India dengan target penjualan tahunan sebesar 76 ribu unit yang terdiri dari 50 ribu unit di India dan 26 ribu unit di pasar ekspor.
Berpeluang hadir di Indonesia?
Dengan mencuatnya rumor kehadiran Low MPV dari Kia itu, tentu menimbulkan bermacam pertanyaan, khususnya menyoal peluang hadirnya mobil selanjutnya di Tanah Air.
Menjawab perihal tersebut, Marketing Development Division Head PT Kreta Indo Artha (KIA), Ario Soerjo, mengaku belum bisa berkomentar banyak.
“Masih jauh itu, sejauh ini sih belum tersedia omongan. Bahkan, mobilnya layaknya apa saja belum tersedia informasinya,” tahu Ario kepada kumparan, Jumat (8/1).
Namun, kalau benar nantinya Kia KY selanjutnya bakal menyasar segmen Low MPV dan ikut hadir di pasar Indonesia, maka bakal memicu segmen Low MPV di dalam negeri menjadi tambah penuh sesak.
Saat ini, segmen Low MPV di Indonesia dihuni oleh 8 nama, terdiri dari Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander, Nissan Livina, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, Wuling Confero, dan Suzuki APV.

Spacebar, Motor Listrik yang Bisa Dilipat Garapan Katalis

Spacebar, Motor Listrik yang Bisa Dilipat Garapan Katalis

Studio desain dan branding yang berbasis di Jakarta, Katalis lagi merilis motor listrik bergaya nyentrik
Diberi nama Spacebar, motor berperawakan radikal ini mampu dilipat seperti sepeda.
Spacebar sendiri merupakan motor listrik ketiga yang dilansir Katalis. Kali ini mereka menggandeng merek clothing Kamengski di dalam penggarapannya.
Head of Strategy berasal dari Katalis, Joseph Sinaga menyebutkan bahwa skuter listrik ini diinginkan mampu membuka ruang yang pada mulanya belum mampu dijangkau orang yang mengendarainya.
“Ibaratnya mengetik gunakan komputer atau laptop, cara untuk membuka ruang antar teks kan tentu saja bersama menghimpit Spacebar atau tombol spasi. Nah, kami terinspirasi berasal dari hal tersebut. Itu termasuk menyebutkan mengapa skuter ini berbentuk persegi panjang,” kata Joseph melalui info resmi yang diterima
Secara desain, Spacebar masih terbilang mirip-mirip bersama Katalis EV500 dan EV100 TheArsenale Special Edition yang diperkenalkan lebih dulu. Di mana bentuk tubuhnya mayoritas mengotak dan kaku, namun muncul estetik.
Lihat saja berasal dari samping, ciri khas Katalis yang mengadopsi desain ala-ala pesawat tempur masih dipertahankan. Untuk sesuaikan konsepnya kali ini, tersedia semacam rak tambahan terhadap anggota depan dan belakang.
Rancang tubuhnya jadi berasal dari bodi depan, samping sampai belakang terbuat berasal dari bahan aluminium. Desainnya dipercantik bersama aksen visual seperti decal, sampai warna jok coklat yang muncul kontras.
“Spacebar kami desain tertentu untuk anak muda yang ingin kelincahan di dalam beraktivitas. Lalu melalui brainstorming bersama Said (nama asli Kamengski), kami bersama memicu rancangan visual yang cocok bersama selera Generasi-Z,” ungkap Principal Architect berasal dari Katalis, Julian Palapa.
Said sendiri mengungkapkan, melalui Spacebar jadi ajang pembuktian bahwa projek kolaborasi lebih menyenangkan dibandingkan bersama kompetisi.
“Gua sendiri sudi kolaborasi bersama Katalis gara-gara mereka miliki desain yang unik dan rekam jejak go international,” ucap Said.
Belum tersedia Info lebih lanjut apakah motor ini bakal dijual secara lazim atau terbatas. Namun, berkaca terhadap Katalis EV500, skutik listrik itu dijual terbatas.
“Sifatnya seperti butik ya, kami sudah pegang data-data calon konsumen, nanti kami diskusi bersama mereka agar kami mampu benar-benar tahu apa yang di idamkan oleh dia. Iya, jadi berasal dari coloring, pemilihan bahan agar cocok bersama sifat dan taste si empunya,” kata Joseph sebagian kala lalu.
Sayangnya tak dijelaskan secara detil spesifikasi berasal dari Spacebar. Dalam info hanya dituliskan kalau motor listrik itu berdaya 1.200 watt.
Bagaimana menurut kamu soal desain dan tampilan berasal dari Spacebar, layak membuat dipinang?

Indonesia Produksi Baterai Kendaraan Listrik, NIU: Kami Lihat Dulu Kualitasnya

Indonesia Produksi Baterai Kendaraan Listrik, NIU: Kami Lihat Dulu Kualitasnya

Pemain baru di industri motor listrik Indonesia, NIU merasa perlihatkan eksistensinya di pasar domestik
Bahkan mereka memiliki beberapa varian yang dijagokan, merasa dari seri N, seri U hingga varian yang bakal diluncurkan secara global, NIU EUB-01.
Namun banyak yang menyebut harga motor listrik NIU terlampau mahal untuk pasar Indonesia. Contohnya varian NGT , motor berbasis baterai itu dijual merasa Rp 50 hingga 70 juta.
Indonesia sendiri bakal memiliki pabrik baterai untuk kendaraan listrik. Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut pembangunan pabrik bakal dilakukan pada semester I 2021. Pabrik ini merupakan hasil dari Nota Kesepahaman (MoU) antara konsorsium BUMN bersama LG Energy Solution Ltd, anak perusahaan konglomerasi LG Group ini, senilai USD 9,8 miliar atau setara bersama Rp 142 triliun.
Lantas apakah NIU bakal manfaatkan baterai memproduksi dalam negeri untuk menekan harga?
Menurut Irvan Yuniardi, Sales plus After Sales Manager PT Moove Motor Asia sebagai authorized dealer NIU di Indonesia, peluang untuk manfaatkan baterai memproduksi dalam negeri terlampau terbuka. Tapi, pihaknya tentu mesti laksanakan riset lebih lanjut apakah cocok untuk motor listrik NIU.
“Indonesia sebenarnya sedang mengembangkan baterai lithium, semoga cepat selesai dan terlaksana. Tapi balik lagi, kita melihat kualitasnya dulu sebab NIU memiliki standar Eropa,” kata Irvan dalam sesi konferensi pers secara virtual, Jumat (8/1).
Riset atau uji cobalah mesti dilakukan sebab ia tak inginkan waktu pemakaian baterai memproduksi lokal justru bakal mengubah standar dari motor listrik NIU.
Prospek pasar motor listrik
Lalu, berbicara peluang kendaraan listrik, terutama sepeda motor di Indonesia, Irfan menyatakan prospeknya cukup bagus. Apalagi, kata dia ekosistem industri ini juga konsisten mendapat dukungan oleh pemerintah melalui payung hukum dan turunannya.
“Peluangnya cukup besar di Indonesia, di 2020 telah ada 16 merk motor listrik dari lokal dan luar yang telah terdaftar,” pungkasnya.
Adapun, pemerintah menargetkan memproduksi sepeda motor listrik dalam negeri dapat meraih 20 persen dari total produk nasional pada 2025.
Kenalkan diler baru
NIU di bawah PT MMA bakal membuka diler baru di Grand Indonesia. Hingga waktu ini mereka telah memiliki 2 diler yang satu di antaranya berlokasi di Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Bila tidak ada aral melintang, NIU Indonesia juga bakal membuka gerai kelanjutan di Surabaya dan Bandung. Tapi dijelaskan oleh General Manager PT MMA, Devita Purnamasari, waktu ini mereka masih fokus pada area Jakarta.
“Tak menutup mungkin di th. ini kita juga bakal memperkenalkan gerai kembali di Bandung dan Surabaya. Namun, kita juga senantiasa melihat situasi pandemi ini,” imbuh dia.

Nissan Magnite Raih Empat Bintang di dalam Uji Tabrak ASEAN NCAP

Nissan Magnite Raih Empat Bintang di dalam Uji Tabrak ASEAN NCAP

New Car Assessment Program untuk negara ASEAN (ASEAN NCAP) melaporkan telah selesai menguji Nissan Magnite. Cukup impresif, SUV termungil Nissan kelahiran India itu berhasil mengantongi rating empat dari lima bintang. Pun bukan itu saja, melansir Autocar India, hasil tes dari Global NCAP bakal dirilis lebih dari satu bulan mendatang.
Untuk selagi ini, ASEAN NCAP sendiri belum menjabarkan poin-poin penilaian. Baru sebatas melaporkan skor total sebanyak empat bintang. Namun, sanggup dikatakan bahwa basic trim dari Magnite telah lumayan mumpuni di dalam menjaga penumpang. Sebab terhadap prinsipnya, ASEAN NCAP bakal menentukan type bersama kelengkapan keselamatan terendah yang tersedia market ASEAN.
Di balik tubuh Magnite terkandung basis pembangun platform CMF-A+. Berbagi pondasi bersama kembarannya yang bakal menyusul, Renault Kiger, dan MPV Renault Triber. Versi CMF-A+ sendiri merupakan turunan dari arsitektur kembangan Renault-Nissan Common Modular Family – A Segment (CMF-A). Pertama ditemukan membangun Renault Kwid dan Datsun Redi Go.
Perdana dites terhadap Magnite, capaian empat bintang terhadap platform CMF-A+ merupakan hasil cemerlang. Pasalnya, basis platform modular segmen A di dalam Kwid dan Redi Go justru mencatatkan nilai buruk. Boleh menjadi disebabkan paket keselamatan yang minimalis. Meski begitu, adaptasinya di type lebih mahal dan besar berbuah manis, kemungkinan akibat dibarengi peningkatan standar. Kita tunggu saja kejelasannya begitu teliti pengujian telah dirilis ASEAN NCAP.
Paket Peranti Keselamatan Nissan Magnite
Saat ini Magnite telah dipasarkan ke India, Indonesia, dan segera menyusul ke market lain. Kalau kami lihat pasar lokal, perbekalannya tergolong hebat. Trim termurah saja, Upper, telah mengadopsi peranti penjaga stabilitas layaknya Vehicle Dynamic Control (VDC) supaya sikapnya selagi menikung terkendali. Ditemani pula oleh Traction Control System (TCS) peranan meminimalisir selip selagi berakselerasi. Belum kembali Hill Start Assist menyediakan dukungan selagi menanjak.
Lain cerita di India, tetap tersedia opsi jauh lebih polosan. Minimalis tanpa sokongan penjaga stabilitas elektronik. Namun tidak hingga terlampau melewatkan keselamatan, memang. Setidaknya di dalam spek termurah XE tetap ditemukan ragam dukungan pasif yang tergolong komprehensif. Contohnya, dua airbag siap mengembang begitu berlangsung kecelakan frontal. Menjadi bantalan pelindung dari kerasnya hantaman ke panel di muka.
Penahan momentum gerak penumpang depan pun bukan sebatas sabuk pengaman tiga titik moderat. Tersemat komponen lengkap pretensioner dan load limiter. Umumnya, sistem ini terlalu mungkin sabuk otomatis menarik tubuh begitu berlangsung tabrakan frontal. Aktif bersama isyarat pengembang kantung udara. Baru setelah itu load limiter berperan meminimalisir cedera di dada bersama mengendurkan tarikannya. Dikombinasi airbag, efektivitas peranti keselamatan pasif sewajarnya meningkat.
Seluruh fitur tadi menjadi basis dari kekuatan Nissan Magnite menjaga penggunanya di India. Pasar Indonesia pun kebagian kekuatan serupa. Sebagai tambahan, tersedia pengingat aplikasi seat belt untuk penumpang depan. Di belakang, sabuk pengaman mengfungsikan unit Emergency Locking Retractor (ELR) tiga titik di segi terluar dan dua titik type fix di tengah.
Bukan itu saja, pos jaga pengendalian diisi Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake-force Distribution (EBD). Ragam komponen lain tak ketinggalan menaikkan kekuatan Magnite di dalam menyuguhkan keselamatan berkendara. Termasuk di dalamnya Anti Roll Bar, Rear Parking Sensor, Child Lock, hingga Hazard otomatis selagi rem mendadak.
Naik tingkatan ke trim lebih mahal, perantinya pasti makin lama komplet. Menjadikannya sebagai tidak benar satu kendaraan yang atraktif untuk selagi ini. Mulai dari kedatangan set pengecekan stabilitas, speed sensing lock, impack sensing unlock, hingga memuncak di penambahan alat bantu bagi pengemudi. Sebut saja Around View Monitor (AVM) dan Tyre Pressure Monitoring System (TPMS). Seluruh potensi Magnite ini sanggup kami nikmati di varian tertinggi, Premium. (Krm/Tom)

Sasar Penggemar Skutik Premium Honda PCX 160 Segera Dirilis

Sasar Penggemar Skutik Premium Honda PCX 160 Segera Dirilis

Honda tak rela menunggu lama untuk menyapa penggemarnya. Belum hingga sepekan th. 2021 bergulir, pabrikan berlogo kepak sayap itu siap memperkenalkan skutik menengah premium terbarunya. Media Thailand mendapat peluang pertama berkenalan. Dia adalah Honda PCX 160. Senjata yang akan menjadi rival baru Yamaha NMax ini akan diperkenalkan secara formal terhadap Kamis, 7 Januari lusa.
Memang belum banyak informasi yang didapatkan dari aktivitas tersebut. Meski demikian, beberapa sumber warta di Negeri Gajah Putih mengeluarkan serangkai gambar di fasilitas milik Honda. Tajuk acaranya coba motor tanpa lihat wujud jelas. Ya, semuanya masih dibungkus kamuflase. Lengkap hingga ke box filter, CVT (Continuously Variable Transmission), fork depan, bahkan kaliper rem. Hanya tulisan eSP diekspos.
Namun jelas, tanpa kudu menerka kami pun tahu. Ini merupakan sosok PCX 160 baru. Yang pada mulanya telah meluncur duluan di Jepang. Lengkap beserta spesifikasi fitur dan mesin. Dari bungkusan dan siluet motor, hampir sembilan puluh % unit yang sama ada di Thailand.
Sejauh ini ada beberapa hal yang dapat disimpulkan. Pertama, type jok masih sama seri lama. Tapi ada sedikit aksen pembaruan. Lapisan kulit hitam kini dipadu coklat terhadap daerah penumpang. Lantas tiap partisinya diberi jahitan yang kelihatan apik.
Panel instrumen terhitung sesuai perkiraan sebelumnya. Honda mengadopsi type PCX yang beredar di Jepang atau Eropa. Tampilannya berubah. Jauh lebih moderen sekaligus elegan. Bukan ulang mengandalkan display biru layaknya seri lama. Sementara rem depan, dipastikan manfaatkan kaliper dua piston. Sementara di sana memakai bungkusan ban Michelin. Menarik.
Rasanya untuk sisa teknologi tak kudu banyak ditebak lagi. Meski dapat saja ada yang dipangkas tertentu pasar Asia Tenggara, demi menghimpit harga. Atau, pembagian varian menjadi lebih banyak dari terhadap sekarang. Ekspektasinya, trim terlengkap mendapat HSTC dan ABS, tengah kebagian ABS saja, dan juga paling standar tak dapat sensor-sensor pengaman. Namun disempurnakan sistem kunci pintar.
Bahasan utama tentu saja sektor mesin. Perubahan jantung pacu PCX 160 boleh dibilang signifikan. Yang tadinya mengandalkan type dua klep, menjadi empat klep. Ubahan ini untuk menjawab keinginan customer selama ini. Komposisi bore dan stroke turut berubah, 60 mm x 55,5 mm. Agak mengarah ke overbore memang, namun perbandingan masih dekat. Mungkin sehingga tenaga tiap putaran tetap terjaga.
Lebih menarik lagi, tenaga yang dihasilkan. Ekstraksi daya PCX baru dapat raih 15,5 Hp terhadap 8.500 rpm. Lantas torsi maksimal dapat menoreh angka 15 Nm di 6.500 rpm. Melonjak naik dari yang hanya kisaran 14 Hp dan 13 Nm. Dan peningkatan tak hanya dinilai hebat dari produk lama. Yamaha Nmax, barangkali gemetar mengingat outputnya lebih kecil. Kemampuannya terhenti di angka 15,1 Hp dan torsi 13,9 Nm. Berikut, PCX mempunyai kompresi hingga 12:1. Sangat padat bikin ukuran skuter harian.
Pembaharuan lain adalah pemanfaatan Honda Selectable Torque Control (HSTC). Artinya ia telah lumayan menyaingi TCS milik Yamaha. Yang sama-sama meminimalisir terjadinya kurang traksi di roda belakang. Seharusnya, sistem ini pun dapat dinyala-matikan. ISS, dan juga soket USB terhitung menjadi barang yang akan masuk ke PCX 160. Melengkapi keperluan komutasi.
Secara tampilan, jangan kira meski wujudnya masih mirip, dimensinya tidak bertambah. Ada sedikit pembengkakan. Dan hal ini tampaknya menjadi sebuah pergantian positif. Sebab, tangki bensin pun mempunyai kapasitas tampung lebih besar hingga 8,1 liter. Sementara bagasi, membesar volumenya ke angka 30 liter. Ini lebih dari lumayan untuk menyimpan helm dan juga barang harian.
Satu yang kurang, terkecuali berkaca ke pasar Jepang sensor ABS tak diperbaharui. Walaupun telah manfaatkan cakram di depan dan belakang, penjaga pengereman keras tetap hanya di depan. Alias satu kanal. Entah akan ada penyesuaian di pasar Asia Tenggara atau tidak, menunggu saja hingga rilis lusa! (Hlm/Raju)

Bentley Bentayga Hybrid Facelift Mengawal Rencana Peluncuran Dua Model PHEV di 2021

Bentley Bentayga Hybrid Facelift Mengawal Rencana Peluncuran Dua Model PHEV di 2021

Photo: James Lipman
Baru setahun sejak perdana mengaspal, Bentley Bentayga Hybrid langsung kebagian facelift. Yep, melanjutkan penyegaran basis style Bentayga –berkenalan lebih dulu pertengahan 2020. Tampil up-to-date dan semakin canggih, merawat posisinya sebagai pembuka jalur transformasi elektrifikasi “Beyond100”.
Facelift Bentayga Hybrid sendiri mengikuti arah pembaruan style Speed dan V8. Merefleksikan kedekatan interaksi bersama keluarga asal Crewe, Inggris lainnya. Area wajah dirombak ulang, mengusung grille lebih besar dan diposisikan 30 mm lebih tinggi. Pahatannya pun condong mengotak kaku ketimbang mengalun lembut layaknya di style sebelum. Lampu LED matrix anyar diterapkan bersama style cut-crystal, tetap berkilau meski tidak menyala. Dari situ, rencana bonnet dan bumpernya ikut menyesuaikan.
Rombakan besar-besaran paham jadi kala melirik buritan. Jika dahulu memakai bingkai lampu mengotak di segi terluar dan terpotong oleh batas pintu bagasi, kini eksekusinya seolah beralih 180 derajat. Tail-light elips tiga dimensi bersama jeroan animasi LED duduk mencukupi kap bagasi. Well, mengingatkan pada Continental GT. Garis pintu sesudah itu dialihkan ke sudut terluar. Dibikin bersih juga lantaran pahatan ruang pelat no ditendang ke area bumper.
Bumbu penyegaran tentu ikut ditumpahkan ke didalam kabin. Memusatkan fokus pada deretan teknologi dan konektivitas. Misal didalam proses infotainment, kesan usang ditanggalkan lewat monitor 10,9 inci resolusi tinggi tanpa keramaian tombol fisik. Apple CarPlay dan Android Auto telah menjadi standar. Port USB-C dan wireless charger ikut ditanam sebagai komponen mendasar. Sementara itu, layanan konektivitas My Bentley sanggup dinikmati tanpa perlu menghubungkan gawai.
Segala segi kenyamanan dan keberlimpahan tenaga ala Bentley dipastikan tidak luntur mirip sekali. Memang Bentayga Hybrid mengusung mesin terkecil didalam peristiwa pabrikan yaitu unit 3,0 liter V6 twin turbo. Meski begitu, tidak tersedia kompromi soal output tenaga. Diklaim sanggup menorehkan angka 449 PS dan momen puntir 700 Nm. Dicapai berkat sinergi bersama motor listrik yang tertanam di antara mesin dan girboks.
Kenyamanan juga jangan ditanya lagi, kemungkinan sanggup lebih senyap. Lantaran berstatus PHEV, ia sanggup beroperasi didalam sunyi memakai kinerja motor listrik sepenuhnya. Lewat paket baterai lithium 17,6 kWh, ia sanggup menjangkau jarak sampai 50 km – didalam siklus pengujian New European Driving Cycle (NEDC). Mode sunyi ini menjadi default begitu bakal dioperasikan.
Capaian mode elektris boleh menjadi kurangi takaran emisi saat dipakai sehari-hari. Mayoritas perjalanan didalam kota sanggup dituntaskan tanpa mengeluarkan gas buang. Well, dari riset Bentley disebutkan bahwa sekitar 90 prosen pelanggan memakai Bentayga Hybrid sehari-hari atau setidaknya sebagian kali didalam seminggu. Bahkan nyaris 100 prosen memakai mode EV bersama setengahnya yang terus-menerus meniti rute kurang dari 48 km (30 mil).
Hal ini menunjang pergeseran fokus perusahaan untuk menjadi pemimpin mobilitas mewah yang berkelanjutan. Memungkinkan wara-wiri tanpa perlu menenggak bensin. Namun tidak menjadi persoalan andaikata pada akhirnya perlu suplemen stimulan mesin konvensional. Dari perbincangan resmi, Bentayga Hybrid nampak cerdas didalam urusan manajemen daya.
Ia sanggup memakai kekuatan seefisien kemungkinan lewat bermacam kemampuan. Contoh Bentley Hybrid Efficiency Accelerator Pedal yang berupaya memaksimalkan pemanfaatan mode EV. Feedback diberikan pedal gas lewat bobot pijakan sebagai pembatas antara kapabilitas elektris atau hybrid. Lalu, bersama database Bentley Hybrid Efficiency Navigation, pedal bakal bergetar kala mobil menghampiri perempatan atau saat batas kecepatan turun. Andai demikian, artinya pengemudi sedang disuruh melepas pijakan kaki ke pedal gas. Tujuannya sehingga Bentayga sanggup memaksimalkan peluang regenerasi tenaga.
Mode hybrid pun bukan cuman gonta-ganti sumber tenaga sesuai panduan kaki pengemudi. Sistem navigasi berlaga di sini, bantu Bentayga Hybrid memilih mode berkendara paling efektif di bermacam seksi perjalanan. Ketika destinasi telah dipilih, ia siap mengkalkulasi pemanfaatan baterai paling efisien.
Hadirnya Bentley Bentayga Hybrid dipastikan cocok bersama trik “Beyond100” Bentley. Sebuah langkah kecil dari transformasi besar. “Bentayga Hybrid merupakan langkah sambungan didalam perjalanan kita menjadi perusahaan mobilitas mewah terus-menerus terkemuka di dunia,” komentar Chairman plus Chief Executive Bentley Motors, Adrian Hallmark didalam keterangan resmi. Disebut juga bahwa Bentayga Hybrid merupakan style pertama sebagai pionir dari trik Beyond100.