Tari Unik Banjar Dengan Aura Mistis Roh Halus

Tari Unik Banjar Dengan Aura Mistis Roh Halus

Tari Unik Banjar Dengan Aura Mistis Roh Halus – Dari alun- alun luas di Dusun Banyiur, Banjarmasin Barat, Banjarmasin suara klonengan terdengar. Para bedaya berkedok berlenggak- lenggok di atas pentas kecil. Mukanya tertutup masker dengan kepribadian yang terdapat. Jiwanya telah dipahami arwah lembut, berpadu dengan kepribadian masker.

Sihir serta buat bulu gitok merinding, atmosfer ini lah yang menyelimuti dikala menyaksikan Manopeng. Tari keelokan warga Alur, Kalimantan Selatan. Manopeng umumnya diselenggarakan selaku pernyataan terima kasih, ritual bebersih dusun ataupun penangkal bala. Gaya tari yang diselenggarakan satu tahun sekali tiap Muharram ini jadi keelokan khas Banjarmasin.

koltunballetacademy.com Energi raih Manopeng terdapat pada ritual mengundang para kakek moyang serta mahluk abnormal yang lain. Detik- detik bedaya tidak siuman diri serta kerasukan arwah kakek moyang jadi atraksi yang ditunggu- tunggu oleh masyarakat dekat.

Drum mulai ditabuh, asap wangi kemenyan serta cendana mulai terhirup. Si dalang ahli kunci mulai membacakan jampi- jampi ajaib. Si bedaya lama- lama beranjak. Mulai main dengan masker yang menempel di mukanya, gesit berajojing menjajaki aksen. Si bedaya tidaklah dirinya lagi, beliau sudah dirasuki.

Baca Juga :  Tari Daerah Rampak Gedruk Buto Bukti Raksasa Lereng Merapi

Sejenak memanglah terlihat serupa semacam tari masker di wilayah lain, tetapi yang jadi karakteristik khas Manopeng jiwanya tidak sadarkan diri. Seorang yang tadinya kelu tidak dapat berajojing juga dalam gaya tari ini dapat ahli berajojing.

Apalagi tidak tidak sering, pemirsa seketika kerasukan serta turut berajojing. Tidak terdapat metode spesial buat mencabut arwah lembut dari seseorang pemirsa yang kesurupan. Pemirsa yang kerasukan hendak menyudahi dengan sendirinya sehabis puas berajojing.

Masker Masa bertindak dengan aktif, menghentak- hentakkan kaki di atas pentas. Masa, masker dengan kepribadian kurang baik ini kolam raja selaku pengusir keadaan kurang baik. Masa yang timbul di akhir kegiatan, selaku indikator pergelaran Manopeng lekas berakhir.

Betul, tiap masker di pergelaran ini mempunyai kepribadian sendiri. Terdapat yang kepribadian kurang baik serta terdapat yang bagus. Tiap masker yang dipakai pasti saja mempunyai makna- makna yang mendalam. Dalam ritual adat itu, tiap penarinya haruslah mempunyai garis generasi bedaya Pantul.

Terdapat ritual jauh saat sebelum Manopeng dilaksanakan. Gaya tari yang dilaksanakan tiap hari Senin ini telah disiapkan semenjak hari Jumat. Dari Mawajik, Malabuh, mempersiapkan wadai 41, Mangiyau sampai Manopeng. Penerapan Manopeng senantiasa diselenggarakan hari Senin di malam hari serta umumnya sampai pagi dini hari.

Wadai 41 merupakan berbagai macam santapan serta minuman, pada umumnya didominasi materi yang berasal dari 4 materi utama, beras ketan, kelapa, gula aren merah, telur. Posisinya juga tidak bisa asal- asalan, mereka wajib dipisah- pisah. Tiap sesaji ini mempunyai arti yang mendalam.

Manopeng dijalani telah di generasi ke 5 ataupun sudah berjalan dekat 150 tahun. Dalam kemajuannya gaya tari Manopeng jadi seremoni syukuran yang diadakan bebuyutan semenjak lama bermaksud meluapkan rasa terima kasih hasil panen oleh warga setempat pada yang Maha Daya sekalian selaku dorong bala kepada keadaan kurang baik yang hendak terjalin.

Ada pula Gaya tari Manopeng yang dilaksanakan di Banjarmasin sepanjang ini dicoba oleh suatu keluarga juriat eyang Samudra ataupun eyang Kiara di dusun Banyiur Besar, Kelurahan Basirih. Manopeng ialah skedul harus yang wajib diselenggarakan, sebab dengan metode itu seluruh keluarga dapat terkumpul. Tidak hanya itu, apabila tidak diselenggarakan ancaman hendak mengecam keluarga.

Gaya tari yang pekat dengan faktor sihir ini saat ini jadi khas Banjarmasin yang harus serta lalu dilestarikan.